Home » Telaah Kritis atas Doktrin Faham by A. Shihabuddin
Telaah Kritis atas Doktrin Faham A. Shihabuddin

Telaah Kritis atas Doktrin Faham

A. Shihabuddin

Published
ISBN :
ebook
480 pages
Enter the sum

 About the Book 

Perbedaan pendapat antara kaum muslimin itu selalu ada, tetapi bukan untuk dipertentangkan dan dipertajam dengan saling mensesatkan dan mengkafirkan satu dengan yang lainnya. Pokok perbedaan pendapat soal-soal sunnah, nafilah yang dibolehkan iniMorePerbedaan pendapat antara kaum muslimin itu selalu ada, tetapi bukan untuk dipertentangkan dan dipertajam dengan saling mensesatkan dan mengkafirkan satu dengan yang lainnya. Pokok perbedaan pendapat soal-soal sunnah, nafilah yang dibolehkan ini hendaknya dimusyawarahkan oleh para ulama kedua belah pihak. Karena masing-masing pihak sama-sama berpedoman pada Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasulallah saw. (hadits), namun berbeda dalam hal penafsiran dan penguraiannya (sudut pandang mereka).Buku ini menjawab seputar masalah Bid’ah (masalah baru), Tawassul, Tabarruk dan sebagainya yang penulis kutip dan kumpulkanbagian-bagian yang penting saja dari keterangan dan tulisan para ulama. Insya Allah akan lebih jelas bagi kita untuk bisa membedakan bid’ah dholalah yang dilarang dan bid’ah hasanah yang dianjurkan agama.Sebagian besar isi buku ini penulis kutip dan kumpulkan dari kitab-kitab: ?Keagungan Rasulallah saw. dan Keutamaan Ahlul Bait oleh Almarhum H.M.H.Al-Hamid Al-Husaini- Keutamaan Keluarga Rasulallah saw. oleh Almarhum K.H.Abdullah bin Nuh- Pembahasan Tuntas Perihal Khilafiyah oleh Almarhum H.M.H Al-Hamid Al-Husaini- Argumentasi Ulama Syafi’iyah oleh Ustadz H.Mujiburrahman, Kitab Asbabun Nuzul dan Hadits Pilihan- sebagai penyusunnya saudara Syamsuri Rifa’i dan Ahmad Muhajir- dari Kitab Fiqih Sunnah oleh Sayyid Sabiq- dari Kitab Riyadhus Sholihin- Kitab At-Taj Al-Jaami’ Lil Ushuuli Fii Ahaadititsir Rasuuli oleh Syeikh Manshur Ali Nashif Al-Husaini- dari situs Abusalafy dan website-website lainnya.Semoga dengan hadirnya buku ini menjadikan kita memahami dan tidak ikut mensesatkan atau mengkafirkan kaum muslimin yang menghadiri majlis majlis dzikir atau mengikuti madzhab yang lain dari madzhabnya sehingga mewujudkan kesatuan dan persatuan antar umat Islam yang sudah terpecah belah. Insya Allah semuanya ini bisa membuka hati kita untuk menyelidiki dan berpikir apakah benar amalan-amalan tersebut sebagai bid’ah dholalah/rekayasa sesat ?